ochi

ochi

Sabtu, 29 Desember 2012

Komunikasi Data



komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet
II.     Jaringan Komunikasi Data terdiri atas :
1.      Hardware (perangkat keras) :
·         Terminal, Cluster Control Unit, Modem, Multiplexer, satu atau lebih Front-End Processor.
·         Terminal Khusus
·         Satu atau lebih Host Computer, Channel.
  1. Software (perangkat lunak) :
Berada didalam Host dan Front-End Processor.

Model Dasar Komunikasi Data
Ø  Elemen dasar komunikasi : Sender (pengirim pesan), Receiver (penerima pesan), Coder (berupa suara atau kotak), Decoder (berupa telinga atau otak), Channel (saluran).

Ø  Komunikasi Data berbasis komputer
·         Komunikasi data adalah perpindahan data yang berkode dan informasi dari satu      tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan tenaga listrik atau elektromagnetik, kabel fiber optik, atau signal microwave.
Ø  Cicuit atau Line adalah fasilitas transmisi yang menggunakan satu atau lebih channel. Contoh : Standar telepon Line dapat menggunakan 24 channel.
Ø  Modem (Modulator-Demodulator)
Ø  Data yang ditampilkan oleh sistem komputer berbentuk digital
Ø  Sedangkan data yang disalurkan lewat peralatan telepon berbentuk analog dengan penyajian karakter melalui gelombang electrical dengan berbagai frekuensi.
Ø  Tipe Datacom Network
Jenis-jenis jaringan : 
a.       Jaringan WAN (Wide Area Network)
Jaringan luas meliputi area geografis yang luas dengan beragam fasilitas komunikasi, seperti : jasa telepon jarak jauh, transmisi satelit dan kabel bawah laut.
Contoh penggunaan WAN :
·         Interstate Banking Network
·         Sistem Airline Reservation
b.      Jaringan LAN (Local Area Network)
Jaringan setempat meliputi area terbatas.
LAN memungkinkan beberapa pemakai berbagi perangkat lunak (software). Data dan peralatan (device) yang sama.
Dalam suatu LAN, semua perangkat keras dan sirkuit dimiliki oleh perusahaan, tetapi dalam WAN, saluran di sediakan oleh perusahaan penyedia jasa komunikasi (common carier). Perusahaan penyedia jasa komunikasi menyediakan beragam produk dan jasa. Produk yang merevolusi cara komunikasi data dan informasi adalah integrated service digital network atau ISDN.
c.       Jaringan MAN
Jaringan metropolitan, jaringan meliputi keseluruhan suatu kota.
Ø    Hardware Komunikasi Data
Ø    Terminal terdiri dari :
·         Keyboard terminal
·         Push-bottom Telephone
·         Point of Sales (POS) Terminal
·         Data Collection Terminal
·         Remote Job Entry Terminal
·         Special Porpuse Terminal.
·         Terminal Keyboard
·         Telepon tombol
·         Terminal titik penjualan (point of sale)-POS
·         Terminal Pengumpulan Data
·         Modem
Medium Access Control Methods
2 teknik yang diadopsi untuk  penggunaan berbagai dokumen standar :
Ô Carrier-Sense Multiple-Access  With Collison Detection (CSMA/CD untuk jaringan Bus.
Ô     Control Token untuk jaringan bus ataupun jaringan cicin (ring).
Ô Metode aksess berdasarkan pada Slotter-Ring juga dipergunakan  dengan jaringan cincin.
CSMA/CD.
Ô     Semua DTE disambungkan langsung dengan kabel yang sama (jaringan bus) kabel dikatakan beroperasi dalam mode Multiple Access. Lihat gambar 2.5. Skema CSMA/CD collision.

Ô     Cara lain akses pengontrolan dengan medium transmisi yang saling berbagi adalah dengan control (permission) Token. Token dilakukan dari satu DTE ke DTE lainnya.
Ô     Ada seperangkat aturan yang terdefinisi yang dimengerti dan diterima oleh semua DTE yang tersambung dengan medium transmisinya.

a. Keamanan Jaringan
Menggunakan sistem perangkat lunak khusus yang dikenal sebagai sistem pemantau keamanan. Seperti Unicenter TNG è mengenali akses yang tidak berotorisasi yang masuk kedalam sistem.
  • Enkripsi
  • Defiisi
contoh: RSA (Rivest-Shamir-Adleman), PGP (Pretty Good Privacy)
  • Fire Wall
  • Definisi
b. Penjagaan Secara Fisik
Melindungi pusat komputer dan area kerja pemakai dengan diberlakukannya penggunaan tanda pengenal, kunci elektonik, alat pendeteksi maling, monitor pengawas dan sistem pen-deteksi lainnya.
c. Pengawasan Menggunakan
Teknik Biometric Sistem è sistem komputer yang memeriksa bagian dari tubuh manusia.
  • Scanner Retina
  • Signature Dynamic
  • Keystroke Dynamic
  • Hand Geometry
  • Voice Recognition
  • Neural Network Technology
d.   Pengawasan Kerusakan
Pada Komputer Pengawasan ini akan mencegah kerusakan komputer atau  mengurangi dampaknya, seperti
kehilangan daya, komponen elektonik yang rusak, komunikasi pada jaringan bermasalah, perangkat lunak tidak dapat bekerja semestinya, virus komputer, kesalahan pada operator komputer dan peng-rusakan peralatan elektronik.

3. Pengawasan Prosedural
Metode è menentukan bagaimana organisasi komputer dan sumberdaya jaringan dapat dijalankan dengan keamanan maksimal.

a. Penanggulangan Bencana
Membangun prosedur penanggulangan bencana dan memformulasikannya dalam rencana pengenanggulangan bencana.
Bekerja sama dengan perusahaan lain sebagai alternatif penggunaan fasilitas seperti lokasi penanggulangan bencana (disaster recovery site) dan penyimpanan duplikasi kasanah data organisasi pada lokasi yang berbeda merupakan bagian dari penanggulangan bencana yang efektif.
b. Pengawasan Kemampuan Komputasi
Pemakai Banyak pemakai membangun aplikasi yang sangat berguna bagi fungsi bisnis. Terkadang hanya menjadi sistem produktifitas pri badi, aplikasi ini akan membantu pencapaian dari
aktifitas bisnis yang penting bagi kelangsungan perusahaan.


4. Dan adanya Audit Sistim Informasi
Proses audit melakukan tinjauan dan evaluasi terhadap pengawasan sistem informasi, pengawasan prosedur, pengawasan fasilitas dan manajemen pengawasan lainnya yang dikembangkan dan diimplementasikan apakah sudah mencukupi dan pantas. Ada dua pendekatan yang men-dasar untuk audit sistem informasi yakni:

a. Auditing Around The Computer System
Meliputi verifikasi ketepatan dan kebenaran dari data yang dimasukan dan data yang dihasilkan tanpa melakukan evaluasi pada perangkat lunak yang memproses data.
b. Auditing Through The Computer System
Meliputi verifikasi ketepatan dan integritas dari perangkat lunak yang memproses data, dan juga pada data yang dimasukan dan data yang dihasilkan oleh sistem komputer dan jaringan.

·         Banyak LAN menggunakan sistem otomatisasi backup pada waktu yang telah ditetapkan. Sistem backup automatis è banyaknya data yang tersimpan di dalam jaringan, dengan sistem tersebut dapat dimungkinkan backup pada lalulintas jaringan tidak tinggi.
·         Ada beberapa tipe system otomatisasi backup; sistem RAID yang mana menyimpan backup data ke dalam beberapa hardisk.
·         Beberapa jaringan menggunakan server khusus untuk mengambil dan menyimpan data. Tape backup ada media yang banyak digunakan untuk menyimpan backup data.
·         Kelebihan menggunakan backup tape, dapat disimpan secara off-site yaitu pada lokasi yang berbeda / berjauhan.
Off-site sangat efektif dan merupakan suatu strategi untuk menghindari kebocoran pada pipa air juga kebakaran
I. WIDE AREA NETWORK
1.      Jaringan yang berkait dengan LAN (DTE-DTE) yang berlokasi pada tempat yang berbeda dan tersebar.
2.      Termasuk public data networks dan enterprisewide private data networks.

II. Karakteristik Jaringan Data Public.
1.      Kebanyakan penggunaan WAN Standard, dan  dikembangkan  oleh  PTT dan jaringan data Public-Carrier.
2.      Public data networks (PDN) adalah jaringan yang ditempatkan dan dioperasikan oleh otoritas administrasi jaringan nasional terutama untuk transmisi data.
3.      Kebutuhan  utama untuk PDN adalah :
A.    Fasilitas interworking peralatan dari manufacturer yang berbeda.
B.     Membutuhkan persetujuan standar untuk mengakses dan menggunakan jaringan ini.

C.     Perangkat standar internasional yang disetujui oleh ITU-T untuk penggunaan dengan batasan PDN
D.    Rekomendasi X-Series  dan I-Series termasuk standar untuk user data signaling rates dan user interfaces dengan jaringan ini.

III. Dua jenis utama dari PDN
1. Packet Switched (PSPDN) dan
2. Circuit Switched (CSPDN).

IV. Standarisasi
·         Standar untuk masing-masing jaringan sesuai dengan tiga lapisan terendah dari model  referensi  ISO. Dan fungsi dari masing-masing lapisan ini diperlihatkan dalam gambar 4.1.
·         Karakteristik lapisan bergantung jaringan pada model referensi ISO è dibuat transparent kelapisan protokol yang lebih tinggi oleh transport layer yang telah menghadirkan pelayanan transport pesan è bergantung jaringan seperti terlihat dalam gambar 4.1.

V. Packet  Switching dan Circuit  Switching
·         Digital Circuit Switching  Network  è penyambungan yang hanya berupa  lintasan dengan rate data yang tetap.
·         Rate tersebut è digunakan oleh kedua Subscriber untuk transmisi dan penerima.
·         Sebaliknya è packet  Switched network, kedua subscriber yang saling berkomunikasi dapat beroperasi pada  data rates yang berbeda, karena interface kejaringan diatur terpisah oleh masing-masing peralatan subscriber.
·         Tidak ada sambungan fisis yang ditempatkan melalui jaringan dengan jaringan bersakelar paket.
·         Semua data è Ditransmisi dibawa bersama dalam satu atau lebih unit pesan, yang  disebut Packet.
·         Paket è termasuk sumber dan pengamatan jaringan DTE yang dituju.
·         Paket èmelakukan Bit seri oleh sumber DTE ke Local Packet Switching Exchange (PSE) nya.
·         Masing-masing PSE terdiri atas Routing Directory yang menspesifikasi link yang muncul (lintasan transmisi) untuk digunakan untuk masing-masing alamat jaringan.
·         PSE mengirimkan paket kepada link yang berdekatan pada Bit rate maksimum yang tersedia.
·         Mode kerja ini disebut sebagai Packet Store-And Forward.  Jelasnya terlihat pada gambar 4.2.
·         Gambar 4.2. adalah Skema  Packet Switching

VI. Beda CSPDN terhadap PSPDN
·         Jaringan tidak menggunakan segala sesuatu kesalahan atau kontrol alir pada data  yang ditransmisi.
·         Hal ini harus dilakukan oleh User.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

cara memasang jilbab